RM Roy Suryo : Pakar Multimedia Kesohor

e-ti/trendigital.com

e-ti/trendigital.com

Siapa yang tak kenal dengan Roy Suryo. Dia pakar multimedia yang kesohor. Dengan talenta yang dimiliki, pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968, ini begitu lancar dan gamblang mengungkap beberapa kasus foto-foto di internet melalui penelusuran yang berhubungan erat dengan dunia teknologi informasi.

Media pun genjar mempublikasikan sosoknya. Di mana ada kasus yang berhubungan dengan foto dan teknologi informasi, di situ dia dicara sebagai nara sumber.

Pernah namanya kembali mencuat setelah mengklaim telah menemukan lagu Indonesia Raya yang asli atau lengkap melalui penelusuran teknologi informasi bekerjasama dengan Tim Air Putih. Bahkan dia mengaku telah menemukan lagu Kebangsaan Indonesia itu melalui tiga versi sekaligus.Disusul kemudian penemuan yang cukup spetakuler rekaman pidato Bung Karno tentang Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
Sosok satu ini sering membuat sensasional dalam sepak terjangnya menggeluti dunia tehnologi informatika. Sebelumnya, pria bernama lengkap KRMT Roy Suryo Notodiprojo, pernah juga mengungkapkan beberapa kasus yang menjadi sorotan publik, diantaranya, kematian penyanyi cantik asal Bogor, Alda Risma Elvariani yang tewas di hotel kawasa n Matraman, Jakarta Timur. Melalui kamera control (CCTV) hotel, dia menganalisa secara detail, kapan, bagaimana dan apa yang dilakukan si penyanyi tersebut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Hasil analisanya sedikit membuka tabir apa yang terjadi pada pelantun �Aku Tak Biasa� sebelum tewas. Pada beberapa kasus lainpun pria berkumis tipis ini selalu melakukan hal yang sama, menganalisa peristiwa- perperistiwa dengan perspektif tehnologi yang dia kuasai. Atas semua yang telah dilakukannya pria yang dikenal dengan nama Roy Suryo inipun memiliki beberapa julukan, pakar informatika, ahli multimedia, dan pakar telematika.
Pria pengoleksi 48 mobil kuno ini jatuh cinta terhadap dunia tehnologi sejak dia duduk di bangku sekolah menengah tingkat pertama atau SMP. Bahkan ditempatnya menimba ilmu, SMP 5, Padmanaba, Yogyakarta, Roy Suryo pernah merancang sistem Amplifier dan Komunikasi Sekolah. Tentu, diusianya yang masih dini, apa yang dilakukannya merupakan sesuatu yang langka.
Kecintaanya terhadap dunia tehnologi terus berlanjut hingga dia duduk bangku SMA. Pada saat di SMA, Roy Suryo bergabung dalam kelompok ilmiah remaja bidang fisika, dia sempat diangkat sebagai ketua kelompok ilmiah remaja ini. Di bangku SMU ini lagi-lagi Roy menciptakan sesuatu yang baru, merancang amplifier sehingga sampai sekarang alat dan perangkat-perangkat yang pernah dirancangnya berupa amplifier, bel sekolah dan system speaker masih berjalan dan masih bisa digunakan.
Hari-harinya sangat sibuk sehingga membuat pria yang akrab dipanggil roy sering terbang keliling Indonesia untuk memberikan mata kuliah multimedia dan konsultasi soal tehnologi yang dia kuasai itu. Tapi, pria yang berciri khas selalu ditemani dengan laptop kemanapun pergi ini mengaku merasa enjoy dengan semua aktivitas yang dilakoninya itu.
Dia berprinsip bahwa apa yang telah dilakukan yang terpenting bisa memberi manfaat bagi orang banyak. Bukan sebaliknya, memiliki keahlian dan kepandaian, tapi digunakan untuk mencelakakan atau mengerjai orang lain. Menurutnya, banyak orang yang lebih ahli dari dirinya, tapi sayang si ahli lebih memilih menyimpan ilmunya atau paling na�fnya lagi menggunakan ilmu itu untuk mengakali orang lain atau memperkaya diri sendiri.
Dunia teknologi bagi penyuka miniature mobil ini memang rentan penyalahgunaan. Banyak sekali orang yang kaya dalam sekejap karena kemampuan dan kelihaiannya mengotak-atik computer melalui jaringan internet melakukan tindakan penipuan. Tak terhitung sudah berapa banyak para hecker yang berhasil membobol bank dengang keahlian yang dimilikinya tersebut. Belum lagi seseorang yang sengaja menyebarkan issu yang tidak baik atau kejahatan dalam dunia cyber lainnya.
Untuk itu pria penggila mobil kuno ini selalu berusaha untuk mengerem tindakan dari hal tercela dengan terus berpegang pada pakemnya yang selama ini dipegang, �Sekecil apapun tindakan buruk yang pernah kita lakukan, ketika nanti sudah sukses justru menjadi boomerang dan menjatuhkan diri kita sendiri.�
Roy menyadari selama menjalani profesinya ini tidaklah selalu mulus seperti jalan tol. Banyak sekali kritikan dan gunjingan pedas yang dilontarkan orang padanya. Roy bertekad tetap bertahan dengan mempersembahkan yang terbaik bagi negeri ini. Dia terus-menerus menumbuhkan keyakinan pada dirinya, karena Roy percaya bahwa apa yang dilakukan selama ini tidak bertentangan dengan hati nuraninya. Dia juga tetap memperhatikan control dari masyarakat terhadapnya.

Hobby Lain
Sebagai seorang pakar telematika, ternyata pria beristrikan Ririen Suryo ini mempunyai hobby lain, otomotive. Dia pengoleksi mobil Kuno. Ditempat tinggalnya, Yogya berderet tak kurang 48 mobil Mercy dalam kondisi sangat terawat. Koleksi mobil itu dari buatan tahun 1935 sampai buatan tahun 2006, uniknya lagi semua mobil itu memiliki nomor polisi sama AB 8888.
Untuk hal satu ini, Roy yang mempunyai hobby fotografi, elektronika, komputer dan otomotif ini punya alasan tersendiri, Roy mengaku suka sesuatu yang spesifik. Karena sesuatu yang spesifik itu akan membuat dirinya bisa lebih professional. Makanya dia sangat fanatic hanya mengoleksi satu merk mobil, Mercedes. Karena dengan hanya mengoleksi satu merk dia akan lebih mudah mempelajari dan merawatnya yang disesuaikan dengan spare part mobil itu sendiri. Mantan penasehat Mercedes Bens Club Jogja inipun mengaku tak perlu repot-repot bila terjadi kerusakan terhadap mobilnya tersebut.
Berkaitan dengan hobby mengoleksi mobil kuno ini, Roy punya cerita cukup menarik. Ketika menikah tahun 1994, Roy ingin sekali berpose didepan sebuah mobil kuno, tidak disebutkan jenis mobil kunonya. Sayangnya, dia kesulitan mendapatkan mobil tersebut. Sepuluh tahun kemudian atau tepatnya tahun 2004 Roy baru bisa membeli mobil yang dimaksud, kemudian dipergunakanlah mobil itu sebagai background foto pengantin bersama istrinya, Ririen Suryo.
Roy beruntung memiliki istri yang tidak hanya cantik, tapi juga pengertian dengan kesibukan-kesibukannya selama ini. Manakala dia kangen dengan istrinya, Roy tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan istrinya. Apalagi saat seperti sekarang ini tehnologi semakin maju, dengan adanya era 3G di diamanapun kapanpun dia inginkan dengan mudah berkomunikasi pada sang istri.
Saat senggang Roy pemilik 20 antena parabola di rumahnya ini menghabiskan waktunya bersama istri tercinta, kebetulan dia belum dikaruniai putra. Di setiap ada acara keluarga, penyayang kucing ini rela meninggalkan semua aktifitasnya untuk menghadiri acara tersebut. Menurutnya, hidup itu jangan terlalu dibuat susah atau terlalu ngoyo, harus ada jeda untuk istirahat sejenak atau liburan bersama keluarga sehingga hidup akan lebih bernakna dan dinamis. (Dari berbagai Sumber )  ►e-ti/azizah


tokohindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: