Asal Muasal ‘Trademark’ Cicak dan Buaya

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA / Komunitas 12 pm membuat mural yang bertemakan cicak menangkap buaya di Jalan Hayam Wuruk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/10). Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah menggunakan mural tersebut sebagai media kampanye antikorupsi kepada masyarakat.

Komjen Susno Duadji “ditodong” anggota Komisi III DPR RI untuk menjelaskan asal muasal cerita “cicak dan buaya” sehingga istilah tersebut seolah-olah menjadi ikon konflik antara Komisi dan Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang kini terasa memanas. Dengan suasana serius tapi santai, Susno pun menjelaskan bagaimana muncul istilah tersebut.

Di awal ceritanya, Susno sempat-sempatnya mengeluarkan joke segar. Katanya, kalau sekarang cicak dan buaya diributkan, mungkin lima tahun lagi ini jadi perkara perdata rebutan hak ciptanya siapa. Kontan hal tersebut pun mengundang tawa ringan sejumlah anggota Komisi III dan pejabat Polri yang hadir.

“Waktu wartawan datang ke kantor saya, dia tanya, kok bisa tahu teleponnya disadap dari siapa,” kata Susno memulai cerita. Susno pun menjawab, bisa dong dari alat yang dimiliki polisi.

Susno melanjutkan, lalu wartawan tersebut bertanya lagi apakah alat tersebut juga bisa menyadap. Ia pun menjawab ya. Selain itu, Susno mengaku juga sempat berujar kalau alat punya KPK mungkin nggak bisa seperti alat yang dimiliki polisi.

“Ditanya lagi kira-kira membandingkan. Kan saya bukan orang teknologi, kira-kira perbandingannya begini. Kebetulan di akuarium ada cicak. Kalau iguana lawannya apa? Kalo satunya cicak, satunya apa? Serse saya bilang buaya,” jelas Susno.

Tapi, lanjut Susno, cerita tersebut masih ada sambungannya. “Sambil ngobrol-ngobrol, saya bilang… dari segi alam dan dari segi kekuasaan terbailk. Kami cicak situ buaya. Kalau situ nangkap tidak perlu izin-izinan,” jelas Susno.

Jadi, ia tak menyangka kalau obrolan segar waktu itu ternyata menjadi hal yang serius kemudian hari. Jadi, apakah “cicak dan buaya” akan dipatenkan Pak?

Sumber :kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: