Jengkel, Bupati Tembak Mati Seekor Sapi

SERAMBI INDONESIA/ABDULLAH GANI DITEMBAK BUPATI- Seekor sapi milik warga Desa Raya Trienggadeng, Minggu (22/11) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh Bupati Pidie Jaya, Gade Salam.

Sapi jinak yang banyak berkeliaran di jalan raya, di kawasan Kabupaten Pidie Jaya, membuat Bupati M Gade Salam jengkel. Dan, dor… seekor sapi milik peternak setempat pun tumbang, ditembak oleh Pak Bupati.

Kejengkelan Bupati Pidie Jaya itu bukan tak beralasan. Pasalnya, ia sudah sering sekali mengingatkan para peternak setempat, untuk tidak melepas hewan ternaknya berkeliaran, di jalan raya dan berbagai tempat fasilitas umum lainnya di daerah tersebut. Bahkan, peringatan tersebut juga telah dibuat dalam bentuk peraturan daerah (Perda), yang disertai sanksi bagi pemiliknya.

Peringatan-peringatan Pemkab, termasuk perda larangan melepas ternak di tempat umum itu, ternyata kurang direspons dan tak diindahkan oleh sebagian masyarakat setempat, yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Buktinya, kalau kebetulan kita melewati ruas jalan negara Banda Aceh-Medan, maka begitu memasuki kawasan Pidie Jaya, kita akan kerap “dihadang” gerombolan sapi yang berkeliaran.

Barangkali, tidak jadi soal jika sapi-sapi yang berkeliaran tersebut, hanya sekadar numpang lewat untuk pulang atau kembali ke kandangnya. Tapi, fakta yang terlihat adalah sapi-sapi tersebut kerap menjadikan jalan raya atau berbagai fasilitas umum lainnya sebagai “rumah” tempat tinggalnya. Rasanya, tidak mengherankan kalau kemudian sapi-sapi tersebut tidur dan buang hajat di jalan raya atau fasilitas umum lain yang “diduduki”-nya itu.

Puncak kejengkelan Bupati M Gade Salam, terjadi Minggu (22/11), saat melihat segerombolan sapi tanpa dikawal oleh pemiliknya “lenggang kangkung” di tengah jalan raya, di kawasan Keude Trienggadeng. Mungkin karena merasa peringatannya tak pernah digubris oleh pemilik-pemilik sapi tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Pidie Jaya itu pun ‘angkat senjata’.

Dia meminta senjata genggam yang terselip di pinggang ajudannya dan kemudian membidik ke arah sapi-sapi itu. Dan, dor… satu tembakan jitu mengenai seekor sapi jantan yang ada di dalam gerombolan hewan ternak berkaki empat itu. Sapi jantan yang diperkirakan berumur sekitar 2 tahun itu pun, tak kuasa menahan timah panas yang menembus paha kiri bagian belakangnya. Darah segar muncrat dari bagian tubuhnya, membuat sapi yang memang tidak punya akal untuk berfikir itu pun tumbang.

Melihat peristiwa langka itu, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, langsung mengerumuni sapi nahas tersebut. Namun, sebelum hewan ternak yang dulu kerap membantu manusia untuk membajak sawah, ladang dan perkebunan, serta menjadi makanan paling mewah pada setiap hari meugang itu meregang nyawa, warga masih sempat menyembelihnya. Konon, dagingnya akan dibagi-bagikan kepada para anak yatim setempat.

Bupati M Gade Salam mengaku jengah dan tak habis pikir dengan ulah sejumlah peternak di daerahnya, yang saban hari membiarkan sapi-sapinya lepas berkeliaran, mulai dari jalan raya, tempat-tempat fasilitas umum, bahkan sampai ke pekarangan masjid.

Lalu, akankah peristiwa tersebut membuat para petani dan peterna kapok dan tak akan melepas lagi hewan-hewan ternak mereka berkeliaran? Dan, apakah ke depan nanti, Pemkab Pidie Jaya akan menaruh perhatian lebih besar kepada mereka, yang benar-benar bisa menjaga dan merawat ternaknya dengan baik? Semoga! (h abdullah gani)

Sumber :kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: