Peserta Tes CPNSD Lampung Timur Wajib Bawa KTP/SIM

SUKADANA (Lampost): Peserta tes penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) Lampung Timur wajib menunjukkan kartu identitas diri, seperti kartu tanda penduduk (KPT) atau surat izin mengemudi (SIM), saat mengikuti ujian yang akan dilaksanakan Minggu (29-11) mendatang.

Jika tidak dapat membawa atau menunjukkan identitas diri yang sah, peserta terpaksa ditolak atau tidak diperkenankan oleh panitia untuk mengikuti ujian CPNSD tersebut.

Ketentuan itu diterapkan bukan untuk mempersulit atau menghambat peserta, melainkan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan, misalnya perjokian dalam proses seleksi penerimaan CPNS.

Kepala Subbidang Pengadaan Pegawai, Sis Dwiyanto, mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamtim, Sudarsono, Senin (23-11), menjelaskan Minggu (29-11) sekitar 5.000 peserta akan mengikuti tes atau ujian seleksi penerimaan CPNSD.

Pelaksanaan ujian tersebut akan terbagi di dua lokasi, yaitu Kecamatan Pekalongan untuk peserta dari formasi tenaga kesehatan, dan Kecamatan Sukadana untuk peserta dari formasi tenaga guru dan tenaga teknis.

Di Kecamatan Pekalongan, tercatat 50 lokal dari sembilan gedung sekolah yang akan digunakan. Sedangkan untuk lokasi ujian di Kecamatan Sukadana menggunakan 200 lokal dari 25 gedung sekolah dan balai pertemuan.

Bukan Mempersulit

Untuk pelaksanaan ujian, Minggu (29-11) itu, lanjut Dwiyanto, selain diwajibkan membawa tanda peserta ujian (TPU) dan alat tulis, peserta juga diwajibkan untuk membawa identitas diri yang sah seperti KTP, KTP sementara, atau SIM.

“Sebab, di samping TPU, identitas diri tersebut wajib dibawa. Karena, peserta akan ditanya dan harus ditunjukkan kepada panitia saat akan memasuki ruangan untuk mengikuti ujian,” kata Dwiyanto.

Sekalipun peserta membawa atau bisa menunjukkan TPU saat akan memasuki ruangan, jika tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri yang sah, peserta tetap akan ditolak atau tidak diperkenankan memasuki ruangan untuk mengikuti ujian.

“Ketentuan ini wajib dipatuhi oleh peserta ujian. Karena, jika tidak, peserta akan kami tolak dan tidak diperkenankan masuk ruangan untuk mengikuti ujian,” kata Dwiyanto.

Dengan kata lain, panitia tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan-kecurangan dalam proses ujian atau seleksi penerimaan CPNS. Termasuk adanya kasus perjokian. Sehingga, peserta diwajibkan untuk membawa kartu identitas diri yang sah.

Sebab dalam proses ujian tersebut tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak atau peserta yang mencoba untuk memanfaatkan kesempatan atau situasi untuk berbuat curang. “Karena itulah, ketentuan ini kami terapkan kepada para peserta ujian. Karena, yang jelas kami tidak mau mengambil risiko terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan dalam proses seleksi penerimaan CPNS itu,” kata dia. n JON/D-3

lampungpost

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: