Ponsel Jadi Alat Belajar Siswa SMA

Menurut survey yang dilakukan pada awal 2008, 71 persen remaja memiliki telepon seluler.

(Mobile.163.com)

Para siswa di sebuah sekolah menengah atas di Wesley Chapel, kawasan pinggiran Florida, Amerika Serikat (AS), mulai meninggalkan cara belajar konvensional. Mereka beralih ke pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas telepon selular.

Sebagai contoh misalnya dalam kelas bahasa Spanyol di SMA Wiregrass Ranch. Seorang pengajar, Ariana Leonard, meminta murid-muridnya mengeluarkan telepon selular masing-masing.

“Keluarkan telepon selular kalian,” kata Leonard dalam bahasa Spanyol. Anak-anak remaja itu kemudian mengeluarkan beraneka jenis telepon genggam berbagai warna, mulai dari telepon model flip, iPhones, dan SideKicks.

Siswa kemudian dibagi dalam beberapa kelompok, lalu Leonard mengirimkan pesan singkat (SMS) dalam bahasa Spanyol. Misalnya ‘Temukan suatu benda berwarna hijau’ atau ‘Pergi ke kafetaria’ atau misalnya ‘Berfotolah bersama sekretaris sekolah’.

SMA Wiregrass Ranch berusaha meninggalkan kebijakan tradisional mengenai larangan memakai telepon, dan mensinergikan ponsel ke dalam pelajaran di sekolah. Catatan pelajaran disalin menggunakan kamera ponsel dan pesan SMS digunakan sebagai pengingat pekerjaan rumah.

“Saya bisa menggunakan telepon selular saya untuk banyak hal, kenapa saya tidak bisa menggunakannya untuk tujuan pembelajaran?” kata Leonard seperti dikutip dari Cellular News, 30 November 2009. “Berikan mereka sesuatu (perangkat mobile) yang biasa mereka gunakan setiap hari untuk bersenang-senang, lalu berikan cara lain untuk belajar di luar ruang kelas dengan perangkat itu,” lanjutnya.

Menurut survei oleh Pew Internet & American Life Project, 71 persen remaja memiliki telepon seluler pada awal 2008. Persentase itu relatif stabil tanpa memandang faktor ras, pendapatan, atau demografi. Sedangkan banyak sekolah baru memiliki teknologi rendah dibandingkan rumah-rumah yang dilengkapi jaringan internet dan sebuah smartphone bagi tiap anggota keluarga.

Jimbo Lamb, guru matematika di Cleona School District, Pennsylvania, membuat murid-muridnya harus menggunakan telepon selular untuk menjawab pertanyaan yang dia pajang di sebuah jajak pendapat di internet.

Dengan waktu singkat, Lamb bisa mengetahui berapa banyak siswa yang memahami pelajaran yang dia berikan. “Ini adalah teknologi yang membantu kita lebih produktif,” ucap Lamb.

(Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati)

vivanews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: